Mentari siang ini sepertinya sangat ingin menunjukkan
kegagahannya, aku merasakan panas dan gersang di sekitarku. Aku selalu memilih
mendengarkan music agar menyejukkan hati dan suasana. Lagu itu, catatan suara
yang aku terima darimu belum lama. Aku tersenyum, teringat saat aku dan kamu
masih mencoba saling melengkapi, saat aku dna kamu saling mencoba menyembuhkan
hati yang terluka, lebam dan hampir membeku.
ya, itu hanya sebuah kisah yang kini menjadi kenangan. kisah singkat, dan manis. namun entah, aku masih belum merasa kamu adalah obat itu, kamu adalah penawar rasa sakit itu. aku masih belum menemukan diriku tercermin utuh saat bersamamu. bukan salahmu, mungkin ini tentangku. tentangku yang masih terluka, tentangku yang tak ingin kamu ikut terluka karena aku akan menjadi psikopat bahkan pembunuh hati jika kamu masih saja berdekatan denganku.
ini tentangku, yang masih tak ingin menjadi sepasang merpati, terikat oleh janji, walaupun mampu terbang secara bebas.
ini tentangku, yang masih belum siap menaruh dan memercayakan hatiku pada satu tempat, kemudian ku kunci rapat dan ku biarkan mengendap disana agar tak ada tempat lain yg mencoba menawarkan kenyamanan pada hatiku. aku belum ingin menempatkan hatiku pada apapun, dan siapapun.
ini tentangku, yang masih menyandarkan diri pada kesendirian. aku tau, ini memang tak adil untukmu yang sepenuh hati bernyanyi agar aku tersenyum sebelum aku lenyap dalam mimpi. ini menyakitkan untukmu, yang berusaha menawarkan untuk merawat hatiku ini.
ini masih tentangku, yang enggan berteman dengan "cinta". masih tentangku, yang merasakan kekuatan bukan hanya berasal dari sebuah kata "kekasih".