Selasa, 07 April 2015

kamu

Kamu...... mengatakan bahwa ada rasa yg begitu menyesakkan di dada dan tak mampu kau bendung kepadaku.
Kamu bilang, bahwa kamu siap menjadi "guardian angel"ku.

Tapi kamu mencintaiku, atau ini hanya sekedar hasratmu saja?

Cintamu tak sebanding dengannya. Kamu kira dengan menunjukkan perhatian melalui pesan singkat secara berkala akan membuatku luluh dan jatuh hati? Tidak. Aku sudah di titik bosan mendapat bualan itu. Kau mengaku mampu jadi yg terbaik? Kau masih saja belum membuatku yakin, bahwa aku perlu menjadikanmu sebagai "model" hidupku

Kau takkan menang darinya, dia raha di hatiku. Dia guardian angel ku. Pria gagah yg mencintaiku bahkan sebelum rupaku mengenal segala perawatan kecantikan, dia mencintaiku bahkan sebelum aku paham apakah agama adalah penting, dia mencintaiku jauh sebelum aku berwarna seperti sekarang

Kau.... takkan pernah bisa membuatku yakin, bahwa kamulah yg pantas menjadi modelku setelah ayahku. 😊

Jumat, 03 April 2015

cinta itu kamu

Sebuah media mengingatkanku pada seseorang yg baru aku sadari bahwa kehadirannya menjadi kebutuhanku. Seseorang yg selama ini di sisiku namun tak pernah sedikitpun aku merasa intim. Seseorang yg peluhnya bercucuran mengalir deras, hanya demi melihat aku dan segala impianku menjadi satu kesatuan.

Aku selalu tak mensyukuri hadirnya, aku selalu ingin memiliki pria lain di sisiku. Aku selalu merasa, dia bukanlah pria romantis. Tak mampu romantis padaku, si gadis manja.

Namun, aku sadar. Dialah yg selalu menawarkan bahunya yg kokoh agar aku nyaman dan percaya padanya bahwa satu-satunya tempat aku merasa aman dan nyaman adalah bahunya. Dia satu-satunya pria yg mampu memberikan separuh hidupnya hanya demi mewujudkan permintaanku yg terkadang menyulitkannya. Dia adalah ciptaan Tuha yg sangat indah, dia adalah malaikat penjagaku. Dia dalah satu-satunya pria yg mampu mencintaiku tanpa kata, diam, bisu. Nakun cintanya melekat erat dalam aliran darahku, cintanya mendekap erat dalam ingatanku, dan cintanya begitu nyata kala dia.berdialog dengan Tuhan dan memohon atas segala kebahagiaanku di detik ini.

Aku telah menemukan siapa cinta pertamaku, dialah cinta pertamaku. Papa.....

Pria tampan yang berjanji menjagaku dengan sepenuh jiwa ketika aku lahir ke dunia ini, namun ku abaikan perjuangannya.

Papa.... pria yg bersedia menerjang badai bahkan kesulitan apapun demi mencukupi segala kebutuhan dan keinginanku. Papa...... pria yang sanggup mencintaiku dalam diam, pria yg sanggup menyerahkan raga hanya demi bahagiaku.

Aku mencintaimu papa..... hanya kamu raja di hatiku, hanya kamu pria yg mencintaiku tanpa syarat disaat pria lain mencintaiku dengan alasan.