Aku selalu tak mensyukuri hadirnya, aku selalu ingin memiliki pria lain di sisiku. Aku selalu merasa, dia bukanlah pria romantis. Tak mampu romantis padaku, si gadis manja.
Namun, aku sadar. Dialah yg selalu menawarkan bahunya yg kokoh agar aku nyaman dan percaya padanya bahwa satu-satunya tempat aku merasa aman dan nyaman adalah bahunya. Dia satu-satunya pria yg mampu memberikan separuh hidupnya hanya demi mewujudkan permintaanku yg terkadang menyulitkannya. Dia adalah ciptaan Tuha yg sangat indah, dia adalah malaikat penjagaku. Dia dalah satu-satunya pria yg mampu mencintaiku tanpa kata, diam, bisu. Nakun cintanya melekat erat dalam aliran darahku, cintanya mendekap erat dalam ingatanku, dan cintanya begitu nyata kala dia.berdialog dengan Tuhan dan memohon atas segala kebahagiaanku di detik ini.
Aku telah menemukan siapa cinta pertamaku, dialah cinta pertamaku. Papa.....
Pria tampan yang berjanji menjagaku dengan sepenuh jiwa ketika aku lahir ke dunia ini, namun ku abaikan perjuangannya.
Papa.... pria yg bersedia menerjang badai bahkan kesulitan apapun demi mencukupi segala kebutuhan dan keinginanku. Papa...... pria yang sanggup mencintaiku dalam diam, pria yg sanggup menyerahkan raga hanya demi bahagiaku.
Aku mencintaimu papa..... hanya kamu raja di hatiku, hanya kamu pria yg mencintaiku tanpa syarat disaat pria lain mencintaiku dengan alasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar