Aku menikmati saat keningku menyentuh bumi, aku mencintai ketika aku merintih kepadaNya memohon petunjuk atas sebuah keputusan. Aku menikmati mengalirkan airmata dan memecah hening sepertiga malamMu dengan suara piluku.
Aku pernah sangat yakin meminta petunjuk untuk bertahan atau pergi. Namun, aku slalu siap dengan jawabanMu. Kemudian jawabannya adalah pergi. Aku pergi sesuai petunjukMu.
Kemudian, aku merintih kembali bertanya dengan intim padaMu untuk menemukan jawaban meberimaatau menolak hambaMu yang menawarkan tempat perhentian. Engkau berkata tolak, aku mantap melangkah dengan jawaban menolak.
Namun, ada apa dengan hari ini? aku memohon padaMu, memberikan jawaban atas rasa ini. Aku meminta padaMu apakah dia jawaban atas doaku? Apakah dia hambaMu yg akan berdiri di depanku dan dengan gagah memimpinku dalam berkomunikasi denganMu. Aku takut Allahku, aku takut Engkau menjawab "bukan dia", aku takut Engkau menjawab "tidak, hentikan rasamu itu hambaKu". Aku tak pernah setakut ini menunggu jawabanMu, Allahku.
Jika nanti aku menerima jawabanMu, aku hanya ingin Engkau memberikanku hati yang lapang untuk taat padaMu, hapuskan sedih ini Allahku. Karna hatiku memang kepunyaanMu.
-hambaMu-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar