Aku mengakui kelemahanku di hadapanMu, aku sadar telah banyak melampaui batas, melanggar yang tak Engkau restui tapi masih saja Engkau menyayangiku. Saat aku meninggalkanMu, berpaling sangat jauh.
Aku malu..... aku ini tiada arti, hanya setitik pasir di hamparan pantai. Tak terlihat, kecil namun aku masih saja angkuh dan enggan bersujud padaMu.
Aku malu, karna aku tak hafal kalimat cinta yg Engkau katakan, hafal saja tidak, bagaimana aku bisa paham seutuhnya mengenai cara mencintaiMu?
Aku bukan siapa-siapa, hanya seorang hamba yang masih terus berusaja mencintaiMu, meskipun terkadang aku berpaling. Aku hanya seorang hamba, yg dengan langkah rapuhnya memohon agar Engkau selalu menjadi alasanku kuat, menjadi alasanku terus mengayuh sepeda kehidupanku di dalam perjalanan yg terus saja mendaki, berat, dan terjal.
Aku malu wahai Sang Pemilik Hati, aku malu masih saja lalai dan berpaling. MenduakanMu. Meski sedikitpun tak pernah Engkau benci padaKu.
Jauh di lubuk hatiku, ada gelisah saat aku berpaling. Ada kekosongan saat aku berjalan menjauhiMu. Ada sakit, saat aku berperilaku yg menyakitiMu. Ada cemburu, saat ada yg lain memelukMu lebih erat dariku. Ada kemarahan, ketika melihat yg lain begitu mesra bersamaMu di dalam keheningan.
Temukan aku selalu, saat aku tersesat. Kembalikan aku u tuk mencintaiMu senakin dalam setiap harinya. Buat aku menjadi salah satu pencintaMu yg hafal dan ingat isi surat cintaMu. Memahami, mengamalkan hingga Engkau memintaku kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar