Senin, 25 Mei 2015

terimakasih penyembuh sakit.

Aku adalah seorang perempuan yg senang sekali bermain sosial media. Hari ini, aku membuka akun sosial mediaku yang berlambang burung. Aku banyak berkicau disana, hingga aku menscroll isi kicauan ku yg lalu

Aku berhenti pada kicauan di tanggal 9 maret 2015. Kicauan itu membuatku tersenyum, "dokter aja hijabnya syar'i, kamu kapan mi?". Aku selintas melayang kepada kondisi dI hari aku menulis kicauan itu. Disana aku terduduk di sebuah kursi, menemani malaikat tanpa sayapku yg sedang terbaring lemah di tenpat tidur kamar perawatan rumah sakit. Aku melihat seorang dokter wanita masuk, memeriksa. Aku kagum padanya, dengan lemah lembut memeriksa pasiennya dan hijab yang dikenakannya membuatku kagum sehingga aku ingin sepertinya dan ku tumpahkan hasratku kepada kicauan di sosmed.

Tepat hari ini, aku sadar bahwa setiap ucapan adalah doa. Setiap.khayalan adalah harapan. Dan setiap doa adalah sebuah permohonan yang dipertimbangkan Serius oleh Sang Pemilik Semesta. Hari ini aku belajar, bahwa ucapan, harapan, an doa harus dijaga agar tujuannya tetap baik.

Semoga aku istiqomh di jalan ini, terima kasih ibu dokter yg telah membuatku menyebut harapan yg membawaku ke jalan yg perlahan terang ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar