ku teguk secangkir kopi dan ku nikmati kafein yang membuat jantung ini berdebar hebat, aku sudah lupa bagaimana jatung ini berdebar hebat, yang ku ingat debaran itu terhenti saat kau meninggalkanku tanpa sedikitpun memberiku kesempatan menahanmu.
secangkir kopi ini membantuku mendebarkan kembali jantungku, membawa rindu-rindu yang telah lama terendap bagaikan ampas dalam secangkir kopi ini, kau tahu sepedih apa rindu kepada seseorang yang tak sedikitpun merindukan hadirmu? mungkin hanya ampas ini yang mampu menjelaskan, ampas tak sekalipun tersentuh penikmat sang kopi, dibiarkan melekat erat pada cangkir, dipaksa memudar namun masih menyisakan butiran noda yang melekat dengan hebat.
ya, aku membuang rindu itu seperti ampas kopi dalam cangkir, namun rindu tetaplah rindu yang memberikan sebuah noda yang takkan pernah hilang dengan sempurna.
kau adalah kopi yang ku nikmati senja itu, mendebarkanku, namun menyisakan ampas di hatiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar