Jumat, 06 Februari 2015

segenggam Bintang

Jutaan kisah telah tercipta di dunia ini. aku tak pernah terfikir akan memiliki kisah sedalam ini dengan kamu, kamu dan banyak lagi kamu dalam hidupku ini.

aku tak pernah terfikir, bahwa denganmu segala kekangan dunia terhempas dan melebur dalam tawa bersama. aku tak pernah terfikir, bahwa setiap detik bersamamu akan menjadi kenangan yang aku rindukan nanti, bahkan detik ini aku mulai merindukan tawa dan canda itu. aku rindu saat kita tertawa seperti segerombolan anak-anak yang mendapatkan segenggam cokelat secara cuma-cuma. aku mulai merindukan saat dimana  yang seadanya, namun berarti segalanya saat kita bersama.

kita sudah sampai di penghujung pencapaian kita, aku mulai sadar bahwa kini semua mulai terbungkus menjadi kenangan yg perlahan akan aku rindukan keberadaannya.

kita takkan mungkin memutar kembali semua hal indah itu, namun bisakah aku meminta bahwa kita akan tetap menjadi kita sampai batas waktu yg tak dapat ditentukan? meskipun kebersamaan itu takkan mampu lagi aku dapatkan di setiap hariku. dapatkah kita tetap menjaga keutuhan ini? bisakah kita tetap menjadi hangat, meskipun benteng jarak dan kesibukan memisahkan kita yang dulunya sedekat nadi? 

perlahan namun pasti, jalan yg kita ambil semakin membuat raga tak mampu berdampingan lagi. namun, aku tau kini kau adalah bintang yg selama ini aku cari. Bintang yg jauh disana, namun kita akan mampu memandang satu sama lain, Bintang yg keberadaannya menjadi sangat berarti kala gelap menyapa, menjadi penerang walau tak semegah mentari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar